Ariel Hipercar EV: Monster Hypercar Track 1.180 HP Turbin Mikro

Ariel Hipercar EV: Monster Hypercar Track 1.180 HP Turbin Mikro

Ariel Hipercar EV merupakan proyek mobil sport listrik berperforma tinggi dari pabrikan otomotif Inggris, Ariel Motor Company. Kendaraan ini di kembangkan untuk menghadirkan pengalaman berkendara ekstrem melalui kombinasi elektrifikasi dan teknologi turbin mikro. Selain itu, desainnya mengutamakan karakter agresif yang berbeda di bandingkan supercar konvensional.

Nama Hipercar merupakan singkatan dari High Performance Carbon Reduction. Melalui proyek tersebut, Ariel ingin menggabungkan performa tinggi dengan teknologi penggerak rendah emisi. Karena itu, kendaraan ini mengusung sistem motor listrik sebagai sumber tenaga utama.

Dari sisi tampilan, Hipercar memiliki desain futuristis dengan bodi kompak dan proporsi agresif. Bagian depan menampilkan lekukan tajam serta elemen aerodinamis yang mendukung karakter kendaraan. Sementara itu, bagian belakang di rancang untuk mengakomodasi komponen sistem penggerak listrik.

Menariknya, Ariel menawarkan dua konfigurasi bodi, yaitu coupe tertutup dan roadster terbuka. Keduanya menggunakan pendekatan desain minimalis dengan struktur kendaraan yang berorientasi pada performa. Selain itu, penggunaan material ringan menjadi bagian penting dalam pengembangan mobil tersebut.

Ariel Hipercar EV berbeda dari kendaraan listrik biasa, Hipercar juga mengusung konsep range extender berbasis turbin mikro. Teknologi tersebut di rancang untuk menghasilkan listrik tambahan ketika energi baterai berkurang. Dengan demikian, Ariel berusaha menggabungkan respons cepat motor listrik dengan fleksibilitas perjalanan lebih jauh.

Empat Motor Listrik Menghasilkan 1.180 HP, Akselerasi Supercepat Ariel Hipercar EV Dengan Penggerak AWD

Empat Motor Listrik Menghasilkan 1.180 HP, Akselerasi Supercepat Ariel Hipercar EV Dengan Penggerak AWD keunggulan utama Ariel Hipercar EV terletak pada konfigurasi empat motor listrik yang menggerakkan setiap roda. Masing-masing motor di kembangkan bersama Equipmake dengan kemampuan menghasilkan tenaga sekitar 295 bhp. Jika di gabungkan, seluruh motor menghasilkan tenaga mencapai 880 kW atau sekitar 1.180 bhp.

Selain tenaga besar, sistem penggeraknya menghasilkan torsi gabungan sekitar 1.800 Nm. Konfigurasi tersebut memungkinkan distribusi tenaga secara independen pada setiap roda. Dengan demikian, kendaraan dapat memanfaatkan teknologi torque vectoring untuk meningkatkan stabilitas dan pengendalian.

Dari sisi akselerasi, Ariel mengklaim Hipercar mampu mencapai 60 mph dalam 2,09 detik. Bahkan, kecepatan 100 mph dapat di capai dalam waktu sekitar 4,4 detik. Sementara itu, kecepatan maksimalnya di batasi hingga 155 mph atau sekitar 249 km/jam.

Untuk mendukung performa tersebut, kendaraan menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas sekitar 62 kWh. Sistem kelistrikan bertegangan 800 volt membantu mengoptimalkan penyaluran energi menuju motor listrik. Selain itu, baterainya di lengkapi sistem pengaturan suhu untuk menjaga kinerja selama penggunaan intensif.

Menariknya, Ariel juga menyiapkan versi penggerak dua roda dengan dua motor listrik. Varian penggerak roda belakang tersebut menghasilkan tenaga sekitar 590 bhp. Oleh karena itu, konsumen memiliki alternatif performa tanpa harus menggunakan konfigurasi empat motor.

Seluruh spesifikasi tersebut memperlihatkan orientasi Hipercar sebagai kendaraan listrik berperforma ekstrem.

Turbin Mikro Cosworth Dan Bodi Serat Karbon, Teknologi Khusus Untuk Performa Track-Day

Turbin Mikro Cosworth Dan Bodi Serat Karbon, Teknologi Khusus Untuk Performa Track-Day salah satu teknologi paling menarik dari Ariel Hipercar adalah sistem micro-turbine range extender. Berbeda dari kendaraan listrik konvensional, teknologi ini menggunakan turbin gas kecil untuk menghasilkan listrik tambahan. Dengan demikian, kendaraan tidak sepenuhnya bergantung pada pengisian baterai eksternal.

Sistem tersebut di kembangkan menggunakan teknologi Cosworth CatGen dengan kapasitas pembangkitan listrik sekitar 35 kW. Turbin menghasilkan energi untuk mempertahankan tingkat pengisian baterai selama perjalanan. Selain itu, sistem dapat bekerja secara otomatis sesuai kebutuhan energi kendaraan.

Menariknya, turbin tersebut menggunakan bahan bakar bensin dan berfungsi sebagai generator. Komponen ini bukan mesin penggerak roda secara langsung. Oleh sebab itu, motor listrik tetap menjadi sumber tenaga utama kendaraan.

Pada bagian konstruksi, Ariel menggunakan sasis aluminium dengan struktur yang di rekatkan. Sementara itu, sebagian besar panel eksterior di buat menggunakan material serat karbon. Kombinasi tersebut membantu mengurangi bobot sekaligus mempertahankan kekuatan struktur kendaraan.

Dari sisi aerodinamika, Hipercar memiliki bodi tertutup dengan desain khusus untuk mendukung kestabilan. Kemudian, penggunaan pintu model butterfly memberikan akses kabin yang lebih dramatis. Desain tersebut juga memperkuat identitas futuristis kendaraan.

Ariel mengembangkan Hipercar sebagai kendaraan berproduksi terbatas dengan orientasi performa jalan raya dan lintasan balap. Namun, proyek ini masih perlu di bedakan dari mobil produksi massal yang telah memiliki jadwal pengiriman pasti.

Pada akhirnya, Hipercar memperlihatkan pendekatan berbeda dalam pengembangan supercar listrik. Perpaduan empat motor listrik, turbin mikro, dan bodi serat karbon menjadikannya proyek teknologi otomotif Inggris yang menarik Ariel Hipercar EV.